Kamis, 10 Mei 2012

TEMPAT PALING ANGKER DI INDONESIA: SAMUDERA BEACH PELABUHAN RATU

Bagi Anda yang senang dengan suasana pantai, sinar mentari dan desir ombak yang bergulung, berwisata ke pantai pastilah menyenangkan. Setiap pantai di tanah air memiliki keistimewaan masing-masing, entah karena pemandangannya yang indah atau karena mitos-mitos yang membuat orang tertarik untuk berkunjung kesana.

Salah satu pantai yang sangat terkenal dengan mitosnya adalah Pantai Palabuhanratu yang terletak di pesisir Samudera Hindia, sekitar 60 kilometer dari kota Sukabumi, Jawa Barat. Pemandangan pantai ini sangat indah terlebih langitnya di saat matahari terbit dan terbenam. Namun ombaknya yang sangat kuat berbahaya bagi perenang, sehingga ada papan larangan yang ditancapkan disana untuk memperingatkan pengunjung agar tak bermain terlalu jauh ke laut.

Daya tarik Pantai Palabuhanratu tak berhenti sampai keindahan pemandangannya saja. Banyak pengunjung yang datang kesana karena mitos yang beredar mengatakan pantai ini dikuasai oleh Ratu Pantai Selatan atau yang lebih dikenal sebagai Nyai Roro Kidul. Roro Kidul digambarkan sebagai wanita yang cantik bagai bidadari dan menyenangi warna hijau. Itulah sebabnya di Pantai Palabuhanratu ada larangan bagi pengunjung agar tidak memakai baju atau atribut warna apapun yang berwarna hijau.

Bila pengunjung berkeras melanggar aturan itu, masyarakat setempat percaya ia akan ditarik ke laut untuk menjadi tentara atau pelayan sang ratu. Meskipun hal itu terdengar tak wajar dan tak masuk akal, nyatanya sudah beberapa kali pengunjung berbaju hijau hilang ditelan ombak.
Mitos ini bukan sembarang mitos karena masyarakat setempat sangat mempercayai kehadiran sang ratu penguasa pantai sehingga mereka rutin memberikan persembahan atau sesajen kepadanya. Pada bulan April rutin diadakan ritual upacara Hari Nelayan yang dimaksudkan untuk menghormati sang ratu atas rejeki dan perlindungannya kepada para nelayan selama melaut.

Nyai Roro Kidul sendiri memang dikenal dan sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Bahkan banyak pendatang yang mengaku merasakan aura mistis Roro Kidul begitu menjejakkan kaki di Palabuhanratu. Terlepas dari benar tidaknya mitos itu, rasanya tak lengkap bila berkunjung ke Palabuhanratu tanpa benar-benar merasakan sendiri sensasi kehadiran Roro Kidul yang konon mendiami kamar 308 di Hotel Inna Samudera.

Hotel yang dulu bernama Samudera Beach Hotel itu didirikan oleh Presiden Soekarno di tahun 1962. Saat itu, hotel tersebut merupakan salah satu hotel berbintang yang mewah dan memiliki prestise sendiri karena dibangun bersamaan dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel dan Toserba Sarinah dan kemudian menjadi tempat-tempat kaum kelas atas menghabiskan akhir pekannya.

Layaknya hotel berbintang lainnya, Hotel Inna Samudera menawarkan berbagai kenyamanan dan fasilitas kepada para pengunjungnya. Namun bukan hal itu yang membuat hotel ini istimewa dan menarik banyak pengunjung kesana, melainkan sebuah kamar misterius bernomor 308.

Kamar tersebut disediakan pihak hotel sebagai tempat peristirahatan Nyai Roro Kidul, sehingga tidak disewakan sebagai kamar penginapan seperti kamar-kamar lainnya. Meskipun tidak disewakan untuk menginap, kamar ini tertata dan terawat dengan baik untuk menyenangkan sang ratu pantai. Nuansa kamar pun diatur sedemikian rupa dengan dominasi warna hijau yang dipercaya sebagai warna favorit Roro Kidul.

Para pengunjung hotel boleh mampir ke kamar ini dengan sejumlah syarat yang sudah ditentukan oleh pihak hotel. Beberapa syarat diantaranya harus mengucapkan salam saat masuk dan keluar kamar, tidak boleh berisik atau membuat kegaduhan, tidak boleh menyampah, tidak boleh berada di kamar selama lebih dari sejam, dan khusus wanita yang sedang haid dilarang masuk.

Nuansa hijau menyergap kamar mulai dari dinding, karpet, gorden hingga vas bunga. Namun yang membuat bulu kuduk pengunjung bergidik adalah sebuah lukisan besar bergambar Nyai Roro Kidul karya pelukis Basuki Abdullah yang tergantung di dinding.

Pengunjung yang datang ke kamar itu seringkali meletakkan berbagai ‘hadiah’ bagi sang Nyai diatas meja yang telah disediakan. Kebanyakan yang ditaruh di meja itu adalah bunga-bungaan dan barang-barang berwarna hijau, sehingga jangan heran bila kadang banyak merasa seperti masuk tempat pertapaan karena aroma bunga yang menyengat.

Kamar ini juga kerap dijadikan tempat semedi oleh para pengunjung. Bila ingin bersemedi di kamar misterius ini, Anda akan dikenakan tarif Rp125.000 untuk semedi selama satu jam. Pengunjung memang tidak boleh berlama-lama di kamar ini karena dikhawatirkan sang ratu merasa terganggu. Namun bila Anda memang sedang menginap di hotel ini, Anda sama sekali tak dikenakan tarif sepeserpun tapi tetap harus mematuhi syarat yang telah ditentukan.

Penasaran dengan keindahan pantai dan nuansa mistis kamar 308? Datanglah ke Palabuhanratu dan kunjungi kamar Nyai Roro Kidul di Hotel Inna Samudera.
(No. Post: C-02/CBDA.22/BLOGGER/2012)

Selasa, 01 Mei 2012

WISDOM OF THE DAY (01 MEI 2012)


1.    Hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan.

2.    Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka.


3.    Percayalah pada keajaiban tapi jangan bergantung padanya!

4.    Rayulah aku dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku dan aku mungkin tak menyukaimu. Acuhkan aku dan aku mungkin tak memaafkanmu. Dan mungkin aku takkan melupakanmu.


5.    Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini, Anda juga membuat dia bahagia 20 tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu.
No. Post: W-01/CBDA.22/BLOGGER/2012

Senin, 30 April 2012

SANDIWARA CINTA


LIRIK LAGU
REPVBLIK – SANDIWARA CINTA

Aku tahu ini semua tak adil
Aku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku pun tak sanggup
Air mata pun tak lagi mau menetes

Alasannya sering kali ku dengar
Alasannya sering kali kau ucap
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Sandiwara apa yang t’lah kau lakukan kepadaku

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas tak berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati

Mungkin ini jalan yang engkau mau
Mungkin ini jalan yang kau inginkan
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Sandiwara apa, ceritanya apa, aku tahu

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas tak berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas tak berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati
Ku terima walau sakit hati
(No. Post: L-02/CBDA.22/BLOGGER/2012)

Minggu, 29 April 2012

TINDAKAN KITA SEBATAS KITA MEMANDANG DUNIA


Bila kita memandang diri kita kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan kita jadi kerdil. Namun, bila kita memandang diri kita besar, dunia terlihat luas, kita pun bisa melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakan kita adalah cermin bagaimana kita melihat dunia. Sementara dunia kita tak lebih luas dari pikiran kita tentang diri kita sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.

Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau neegatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersmbunyi di balik penilaian-penilaian kita.

No. Post: M-02/CBDA.22/BLOGGER/2012

Selasa, 24 April 2012

PERMOHONAN DALAM BERDOA


            Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidak memohon kepada Tuhan untuk menjadi juara dalam setiap ujian. Mark, tidak memohon kepada Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tidak meminta Tuhan untuk mengabulkan semua harapannya. Dia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Namun, dia memohon kepada Tuhan agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Dia berdoa agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?

Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa dan merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat bukan untuk membuat kita lemah, cengeng, dan mudah menyerah. Sesungguhnya Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.
(No. Post: R-01/CBDA.22/BLOGGER/2012)

KEKONTRASAN DALAM SATU RUANGAN


Ini adalah cerita di kantor tempat saya bekerja. Berada di lantai dasar (lantai 1). Ruangan di lantai dasar hanya dihuni oleh 2 (dua) seksi yaitu Seksi Pelayanan dan Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI). Tidak ada sekat yang memisahkan antara kedua seksi itu. Bisa saling melihat dan saling menyapa.

Anehnya, kedua seksi itu mempunyai karakter yang berbeda jauh. Dilihat dari segi kuantitas pekerjaannya, sebenarnya sama banyaknya. Berkas dan data yang dimasukkan lewat Pelayanan, semuanya akan dilempar ke PDI untuk direkam, selanjutnya diteruskan ke seksi terkait. Tetapi, jika dilihat dari segi penghuninya, oh, luar biasa perbedaannya. Orang-orang di Pelayanan di bawah pimpinan Washilatul Jannah yang notabene serius, semuanya juga ikut-ikutan serius. Mulai dari yang tua sampai yang muda semua bermuka serius. Hampir tidak ada candaan di sana. Adanya keseriusan. Sedangkan, orang-orang di PDI di bawah pimpinan Erlayas Banna Ginting yang notabene kocak, semuanya juga ikut-ikutan kocak. Mulai dari yang tua sampai yang muda, semuanya pada becanda. Bahkan hampir tak ada seriusnya. Rame.

Di Pelayanan, saking seriusnya, hampir jarang ada suara riuh di sana. Lah, di PDI hampir selalu rame dengan candaan khasnya masing-masing. Bahkan, kasinya pun ikutan becanda. Sungguh, terjadi kekontrasan di antara 2 (dua) seksi dalam 1 (satu) ruangan. Tapi itu benar. Jika semuanya serius, maka akan kelihatan kaku. Dan jika semuanya becanda, maka akan terlihat seperti hanya main-main saja. Dengan adanya keseriusan yang bersebelahan dengan kekocakan, keseimbangan pun tercapai. Ruangan pun jadi sempurna dengan adanya 2 (dua) hal yang berseberangan tersebut.

Fakta berbicara, ketika saya menanyakan kepada teman-teman seangkatan saya untuk memilih di antara 2 (dua) seksi tersebut, dan hasilnya adalah semuanya memilih PDI. Meskipun tercipta keseimbangan di ruangan itu, tapi ketika ada orang baru masuk ke area itu, dia pasti akan cenderung lebih memilih PDI daripada Pelayanan. Begitulah sebuah kekocakan. Banyak orang lebih memilih suatu hal yang serius tapi santai, bukan yang serius tapi kaku.
(No. Post: C-01/CBDA.22/BLOGGER/2012)

Senin, 23 April 2012

YAHOO.COM


Tahukah Anda?

Menurut beberapa survey, yahoo.com adalah website yang paling sering dikunjungi di seantero internet. Anda mungkin sudah tahu tentang hal itu, tetapi masih ada hal yang tersisa. Tahukah Anda apa arti kata ‘YAHOO’?

YAHOO, ternyata sebuah singkatan. Menurut informasi resmi dari perusahaan tersebut, YAHOO adalah singkatan dari ‘Yet Another Hierarchical Officious Oracle’ yang berarti ‘satu tempat bertanya segala tahu yang disusun bertingkat dan hirarkis’.

Memang susah menjelaskannya, baik dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris. Lebih gampang menyebutnya YAHOO saja.
(No. Post: P-02/CBDA.22/BLOGGER/2012)